Use OPPLE LED for Hotel Lighting Interior

LED (Light Emitting Diode) menjadi salah satu pilihan populer yang banyak digunakan sebagai penerangan pada sebuah bangunan, baik itu rumah, gedung dan masih banyak lagi lainnya. Kualitasnya yang mumpuni selalu mampu menarik hati pengguna untuk terus menjadikannya sebagai pilihan terbaik. Lantas, bagaimana dengan cara kerja lampu LED? Tidak ada salahnya menyimak ulasan berikut.

Apa itu lampu LED?

Lampu LED (Light Emitting Diode) adalah jenis lampu yang menggunakan dioda pemancar cahaya untuk menghasilkan cahaya. Berbeda dengan lampu pijar dan lampu neon, lampu LED tidak menggunakan filamen atau gas untuk menghasilkan cahaya. Sebaliknya, mereka memanfaatkan semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik.

Cara Kerja Lampu LED

led spot opple

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa LED termasuk dalam keluarga dioda yang memiliki dua kutub. Yang berarti Lampu LED ini bersifat semi konduktor. Cara kerja lampu LED mirip dengan dioda yang menggunakan dua kutubnya. Lebih jelasnya seperti di bawah ini:

1. Fase doping

Lampu LED ini juga memiliki chip semikonduktor yang akan menghasilkan kelistrikan. Sehingga tercipta junction N dan P untuk melakukan proses doping. Apa itu doping? Doping yaitu sebuah proses menambahkan ketidakmurnian terhadap semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan.

2. Pelepasan proton

Kemudian lampu LED akan dialiri tegangan maju supaya anoda menuju katoda. Saat itu juga, elektron bertemu dengan hole (lubang) yang akan melepaskan proton, lalu mengubah energi listrik menjadi cahaya. Hingga pada akhirnya lampu menyala.Berarti kesimpulan cara kerja Lampu LED adalah dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transducer). Dengan demikian, maka lampu LED dapat langsung memancarkan cahaya secara maksimal, tidak memerlukan waktu pemanasan seperti bohlam, dan juga tidak menimbulkan panas seperti pada bohlam ataupun neon.

Karakteristik LED

Lampu LED memiliki karakteristik yang menjadikannya unggul dibandingkan jenis lampu lainnya. Pertama, lampu LED dikenal karena efisiensi energinya yang tinggi, mengubah sebagian besar energi listrik menjadi cahaya dengan sedikit panas yang terbuang. Ini membuatnya lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Selain itu, umur pakai lampu LED sangat panjang, sering kali mencapai hingga 25.000 hingga 50.000 jam, jauh lebih lama daripada lampu pijar atau neon. Lampu LED juga memiliki kualitas cahaya yang superior, menawarkan berbagai warna dan intensitas tanpa memerlukan filter tambahan. 

Keunggulan lain dari lampu LED adalah daya tahannya yang tinggi terhadap guncangan dan getaran, karena tidak menggunakan filamen atau gas. Panas yang dihasilkan juga jauh lebih rendah, membuatnya lebih aman untuk berbagai aplikasi, dari pencahayaan rumah tangga hingga penggunaan di perangkat elektronik dan industri. Karakteristik-karakteristik ini menjadikan lampu LED pilihan ideal untuk kebutuhan pencahayaan modern yang efisien, tahan lama, dan berkualitas tinggi.

Baca juga: 5 Alasan Beralih ke Lampu LED Agar Tahan Lama

Simbol dan bentuk LED

Simbol atau lambang dari LED berbentuk seperti anak panah yang memiliki kaki atau kutub yang berbeda yakni kutub negatif dan positif. Pemasangan rangkaian pada LED tidak boleh terbalik, sebab apabila terbalik tidak akan memancarkan cahaya. Selain itu, tidak dapat dialiri listrik.

Simbol dan Bentuk LED

Sekilas jika dilihat melalui gambar tersebut, di bagian tengah berbentuk segitiga. Umumnya kutub negatif disebut sebagai cathode (N) dan kutub positif disebut sebagai anode (P). Perhatikan dengan seksama!

Mengetahui polaritas pada lampu

Untuk mengetahui polaritas LED, perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Bentuk body

Ketahui terlebih dahulu bentuk body LED. Bagian body atas terpotong lurus, Sebelah kanan adalah kaki N dan sebelah kiri adalah kaki P. Sedangkan apabila dilihat dari samping, bagian yang lurus yaitu kaki N dan sebelahnya kaki P.

2. Panjang Kaki

Panjang kaki LED ada yang panjang (kutub P) dan yang pendek (kutub N).

3. Simbol Rangkaian

Perhatian simbol LED dan garis yang berada di depan segitiga, garis tersebut sama dengan garis pada body LED. Kemudian lakukan seperti cara pertama untuk mengetahui kutub N dan P.

Baca juga: Pentingnya Menghitung Watt Lampu sebelum memasang sesuai kebutuhan ruangan

Warna dan Tegangan lampu LED

Saat ini, lampu LED terdiri dari 7 warna yaitu :

  1. Infra Merah yang berbahan Gallium Arsenide (850-940nm)
  2. Merah berbahan Gallium Arsenide Phosphide (630-660nm)
  3. Jingga berbahan Gallium Arsenide Phosphide (605-620)
  4. Kuning berbahan Gallium Arsenide Phosphide Nitride (585-595)
  5. Hijau berbahan Aluminium Gallium Phosphide (550-570)
  6. Biru berbahan Silicon Carbide (430-505nm)
  7. Putih berbahan Gallium Indium Nitride (450nm)

Masing-masing warna LED tersebut, membutuhkan aliran tegangan maju yang berbeda-beda, diantaranya:

  • Infra merah (1,2V)
  • Merah (1,8V)
  • Jingga (2,0V)
  • Kuning (2,2V)
  • Hijau (3,5V)
  • Biru (3,6V)
  • Putih (4,0)

Keunggulan penggunaan LED dalam kehidupan sehari-hari

Pemasangan Lampu LED

Lampu LED banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena memiliki banyak keunggulan, seperti hemat listrik, tahan lama, tidak mengandung bahan berbahaya dan harga yang terjangkau. Tak heran apabila banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan berikut:

1. Lampu Penerangan Rumah

Sebagian besar menggunakan lampu LED sebagai penerangan rumah. Selain aman untuk digunakan, membuat rumah menjadi lebih terang dan hemat.

2. Lampu Penerangan Jalan

Lampu LED digunakan sebagai pilihan tepat penerangan jalan karena lebih efisien dan hemat energi.

3. Papan Iklan (Advertising)

Saat melihat papan iklan, pernahkah kamu terpikir apakah tidak menghabiskan energi listrik karena hampir setiap hari akan menyala pada malam hari sampai dini hari? Berhubung menggunakan lampu LED, maka akan tetap hemat meski digunakan dalam jangka panjang.

4. Backlight LCD (TV atau Monitor)

Tahukah kamu bahwa TV atau monitor menggunakan lampu LED? Hanya saja berukuran kecil.

5. Lampu Dekorasi Interior dan Eksterior

Lampu dekorasi yang menggunakan dekorasi interior atau eksterior tidak hanya hemat, tapi juga menjadikan dekorasi semakin menawan karena terdiri dari banyak warna yang berkelap-kelip.

6. Lampu Indikator

Lampu indikator atau lampu penanda juga memanfaatkan lampu LED, misalnya lampu sign kendaraan.

7. Pemancar Infra Merah Remote Control

Saat kamu menyalakan TV, remote control akan berkedip berwarna merah. Itulah lampu LED yang memancarkan infra merah supaya dapat membantu mengetahui apakah remote berfungsi dengan baik.

Rekomendasi distributor lampu LED

Setelah mempelajari berbagai hal tentang cara kerja lampu LED, inilah saatnya Anda mengambil langkah bijak. Temukan pilihan terbaik Anda bersama PT Adika Mitra Sejahtera, distributor terpercaya yang menjamin kualitas dan kepuasan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menerangi setiap sudut dengan pilihan terbaik, kunjungi kami sekarang!

PT. Adika Mitra Sejahtera

Promenade Taman Asri Blok TA11
Jl. Raya Taman Asri, Waru, Sidoarjo
Email: info@amitrasejahtera.com

WhatsApp: + (62)81259828676