
Untuk menerapkan Human Centric Lighting di kantor:
- Memahami perbedaan HCL, tunable white, dan smart lighting.
- Memetakan aktivitas, pengguna, serta kondisi daylight di setiap area.
- Menentukan kebutuhan pencahayaan dasar berdasarkan fungsi masing-masing ruang.
- Memilih lampu dan perangkat kontrol yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
- Menyusun lighting scene berdasarkan area, waktu penggunaan, dan aktivitas.
- Mengatur otomatisasi dengan tetap menyediakan kontrol bagi pengguna.
- Menguji penerapan pada satu area terlebih dahulu sebelum memperluas sistem.
Human Centric Lighting (HCL) di kantor tidak cukup diterapkan hanya dengan mengganti temperatur warna cahaya pada waktu tertentu. Dalam katalog Smart System OPPLE, tersedia beberapa fitur yang dapat mendukung penerapan tersebut, seperti pengaturan brightness dan color temperature, room control, personalized scene, automation, PIR Sensor, Lux Sensor, serta centralized control. Namun, fitur tersebut tetap perlu dipilih dan dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan setiap area kantor.
Catatan: Perancangan dan perubahan instalasi pencahayaan perlu mempertimbangkan kondisi listrik, spesifikasi perangkat, standar yang berlaku, serta hasil pengukuran di lokasi. Pekerjaan pada instalasi listrik sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan mengikuti petunjuk produsen.
Pahami Perbedaan HCL, Tunable White, dan Smart Lighting
Human Centric Lighting merupakan pendekatan perancangan pencahayaan yang menempatkan kebutuhan manusia sebagai dasar keputusan, bukan nama satu produk atau teknologi. Kebutuhan tersebut dapat dilihat dari tiga sisi:
- Visual: membantu pengguna membaca, melihat monitor, mengenali objek, dan bergerak dengan aman.
- Biologis: mempertimbangkan jumlah, karakter, waktu, durasi, dan arah paparan cahaya yang diterima mata.
- Emosional: membantu menciptakan suasana dan kenyamanan sesuai fungsi ruang.
CIE melalui Position Statement on Integrative Lighting menekankan pentingnya memberikan cahaya tepat pada waktu yang tepat dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan manusia, energi, lingkungan, dan arsitektur. Karena itu, HCL tidak dapat disederhanakan menjadi perubahan temperatur warna saja.
| Istilah | Pengertian | Perannya |
| Human Centric Lighting | Pendekatan pencahayaan berdasarkan kebutuhan manusia | Menjadi dasar perencanaan |
| Tunable white | Kemampuan lampu mengubah temperatur warna dan, pada produk tertentu, tingkat terang | Menjadi salah satu fitur pendukung |
| Dimming | Kemampuan mengatur tingkat terang lampu | Menyesuaikan cahaya dengan aktivitas |
| Smart lighting | Sistem untuk kontrol, scene, dan automation | Menjalankan skenario pencahayaan yang dirancang |
| Lighting scene | Kombinasi pengaturan pencahayaan tertentu | Memudahkan perubahan berdasarkan aktivitas |
Artinya, keberadaan fitur atau label HCL pada sebuah produk tidak otomatis berarti satu perangkat sudah membentuk sistem Human Centric Lighting yang lengkap. Penerapannya tetap perlu mempertimbangkan karakteristik luminaire, kemampuan pengaturan cahaya, sistem kontrol, kondisi ruang, serta kebutuhan pengguna secara keseluruhan.
Petakan Aktivitas, Pengguna, dan Daylight pada Setiap Area
Satu pengaturan cahaya sebaiknya tidak diterapkan ke seluruh kantor karena setiap area memiliki aktivitas, pola penggunaan, posisi pengguna, dan kondisi daylight yang berbeda.
Data yang perlu dipetakan mencakup:
- jenis aktivitas pada setiap area;
- waktu area paling sering digunakan;
- jumlah dan posisi pengguna;
- penggunaan dokumen atau monitor;
- posisi jendela dan perubahan daylight;
- potensi silau;
- permukaan yang dapat memantulkan cahaya;
- perubahan tata ruang;
- kebutuhan pengguna untuk mengubah pengaturan;
- pencahayaan dan sistem kontrol existing.
Pemetaan ini membantu menentukan kebutuhan pencahayaan yang lebih spesifik pada setiap area. Berikut beberapa aspek yang dapat diperiksa berdasarkan aktivitas dan fungsi ruang kantor:
| Area Kantor | Aktivitas yang Perlu Dipetakan | Hal yang Perlu Diperiksa |
| Area kerja fokus | Membaca, mengetik, monitor | Tingkat terang, glare, pantulan layar, posisi pengguna |
| Ruang rapat | Diskusi, presentasi, video conference | Wajah peserta, meja, layar, perubahan aktivitas |
| Area kolaborasi | Diskusi informal dan kegiatan kelompok | Fleksibilitas tata ruang dan kebutuhan scene |
| Area istirahat | Makan, berbincang, beristirahat | Suasana, kenyamanan, keamanan visual |
| Koridor | Berjalan dan berpindah area | Keselamatan, frekuensi penggunaan, automation |
| Resepsionis | Menerima tamu dan administrasi | Wajah, meja kerja, identitas ruang, kenyamanan pengunjung |
Pembagian tersebut juga relevan dengan kemampuan OPPLE Home. Katalog menunjukkan menu Room untuk mengontrol perangkat di ruangan berbeda dan menu Smart untuk personalized scenes serta automation.
Daylight tetap perlu dipetakan dari kondisi nyata. Katalog OPPLE mencantumkan fitur Lux Sensor yang dapat mendeteksi ambient brightness. Namun, tidak menunjukkan bahwa Smart Sensor PIR yang dijelaskan pada halaman produknya merupakan perangkat yang sama dengan Lux Sensor. Karena itu, perangkat dan konfigurasi yang dibutuhkan untuk merespons perubahan daylight perlu dikonfirmasi sebelum diterapkan pada proyek.
Selain membedakan kebutuhan lampu, penting memperhatikan pencahayaan agar mendukung aktivitas kerja, baca pembahasannya lebih lanjut dalam artikel pencahayaan ruang kantor

Tentukan Kebutuhan Pencahayaan Dasar Sesuai Fungsi Ruang
HCL tetap harus memenuhi kebutuhan visual dasar. Perubahan brightness, temperatur warna, atau lighting scene tidak boleh membuat area kerja terlalu gelap, menyilaukan, atau sulit digunakan.
Parameter yang perlu diperiksa antara lain:
- tingkat pencahayaan pada bidang kerja;
- pemerataan cahaya;
- pengendalian silau;
- pantulan pada monitor;
- kualitas warna;
- flicker;
- arah datangnya cahaya;
- kontribusi daylight;
- pencahayaan wajah;
- pengukuran setelah pemasangan.
EN 12464-1:2021 menjadi salah satu acuan untuk pencahayaan tempat kerja dalam ruang. Sementara itu, SNI 6197:2020 membahas konservasi energi pada sistem pencahayaan dan SNI 7062:2019 menetapkan metode pengukuran intensitas pencahayaan di tempat kerja menggunakan lux meter.
Acuan tersebut membantu menentukan kebutuhan visual, energi, dan metode pengukuran, tetapi tidak sebaiknya dianggap sebagai formula lengkap untuk menentukan aspek biologis HCL.
Karena itu, hindari menyederhanakan pencahayaan sirkadian kantor menjadi aturan seperti “pagi harus menggunakan cahaya putih dingin dan sore harus menggunakan cahaya hangat”. Intensitas, waktu dan durasi paparan, arah cahaya, aktivitas, kondisi daylight, serta kenyamanan pengguna juga perlu diperhitungkan.
Pilih Lampu dan Perangkat Kontrol yang Mendukung HCL
Lampu dan perangkat kontrol sebaiknya dipilih setelah kebutuhan setiap area diketahui, bukan hanya karena memiliki label smart atau tunable white.
Katalog OPPLE menunjukkan beberapa luminaire dan perangkat yang memiliki fungsi relevan untuk membangun sistem pencahayaan yang lebih fleksibel. Namun, fitur masih perlu diperiksa pada seluruh produk:
| Produk atau Perangkat OPPLE | Fitur yang Tercantum dalam Katalog | Potensi Peran dalam Sistem |
| LED Downlight P2 HAO | Model tertentu dimmable dan tunable 2700–5700 K | Perubahan brightness dan temperatur warna |
| LED Spotlight P2 HAO | Dimmable, tunable 2700–5700 K, beam angle 15°, 24°, atau 36° pada model tertentu | Pencahayaan terarah dan pengaturan scene |
| LED Strip P2 | Dimmable, tunable 2700–5700 K | Pencahayaan tidak langsung atau pelengkap |
| LED Linear Track P2 – Sonder 2 | Dimmable, tunable 2700–5700 K, beberapa beam angle, tercantum sebagai HCL Light | Pencahayaan fleksibel dan berlapis |
| Smart Gateway Box | Centralized Control, BLE Sigmesh, Smart Control, OPPLE Home | Menghubungkan dan mengelola sistem |
| X01 Master Control Screen | Centralized Control, BLE Sigmesh, Smart Control, OPPLE Home | Kontrol sistem melalui layar |
| Smart Scene Switch | Maksimum 18 scene settings | Mengakses scene tanpa harus membuka aplikasi |
| Smart Sensor | PIR, detection range hingga 8 m, detection angle 90° | Memicu fungsi otomatis berdasarkan deteksi |
| Smart On/Off Switch | BLE Sigmesh, Smart Control, OPPLE Home | Kontrol on/off dalam sistem |
| OPPLE Home | Room, brightness, color temperature, scene, automation | Antarmuka pengaturan smart lighting |
Dalam penggunaannya, LED downlight dapat dipertimbangkan untuk pencahayaan umum atau area pendukung sesuai distribusi cahayanya, sedangkan spotlight lebih cocok untuk pencahayaan terarah.
LED strip umumnya berfungsi sebagai pencahayaan tidak langsung atau pelengkap, sementara LED Linear Track P2 – Sonder 2 perlu dipilih berdasarkan tipe dan sudut pancar yang sesuai dengan fungsi area. Smart Scene Switch dapat memudahkan pergantian scene tanpa selalu menggunakan aplikasi, sedangkan Smart Sensor pada sistem ini menggunakan PIR sehingga tidak tepat disebut sebagai sensor daylight atau sensor keberadaan berpresisi tinggi.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua model dalam satu produk memiliki fitur tunable white. Sebaiknya periksa lebih dulu sebelum menentukan proyek.

Susun Lighting Scene Berdasarkan Area, Waktu, dan Aktivitas
Lighting scene sebaiknya mengatur kombinasi brightness, temperatur warna, kelompok lampu, dan area yang aktif sesuai aktivitas. Jadi, scene bukan sekadar mengganti warna cahaya.
| Area | Contoh Scene | Pengaturan yang Perlu Dipertimbangkan |
| Area kerja | Kerja rutin dan kerja fokus | Brightness, temperatur warna, daylight, kenyamanan monitor |
| Ruang rapat | Diskusi | Cahaya merata pada meja dan wajah peserta |
| Ruang rapat | Presentasi | Mengurangi cahaya dekat layar tanpa membuat sirkulasi terlalu gelap |
| Ruang rapat | Video conference | Pencahayaan wajah, latar belakang, dan layar |
| Area kolaborasi | Diskusi kelompok | Kombinasi pencahayaan umum dan aktivitas |
| Area istirahat | Istirahat | Cahaya lebih tenang dengan tingkat terang yang tetap memadai |
| Koridor | Jam aktif dan jam sepi | Brightness serta respons automation |
| Pembersihan | Maintenance | Cahaya yang memadai untuk pemeriksaan dan pembersihan |
Setelah kebutuhan setiap area dipetakan, langkah berikutnya adalah menerjemahkannya menjadi lighting scene yang mudah digunakan. Setiap scene sebaiknya disusun berdasarkan aktivitas nyata di ruang tersebut, lalu diuji agar pengaturan brightness, temperatur warna, kelompok lampu, dan kontrolnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna:
- Tentukan aktivitas. Mulai dari kegiatan yang benar-benar dilakukan di area tersebut, seperti kerja rutin, meeting, presentasi, atau video conference.
- Tentukan kebutuhan visual. Periksa apa yang perlu dilihat pengguna, misalnya dokumen, monitor, wajah peserta rapat, layar presentasi, atau jalur sirkulasi.
- Tentukan kelompok lampu. Pisahkan lampu berdasarkan fungsi atau area jika diperlukan agar perubahan scene tidak harus memengaruhi seluruh pencahayaan sekaligus.
- Atur brightness dan temperatur warna. Sesuaikan tingkat terang dan temperatur warna dengan kebutuhan aktivitas serta kemampuan luminaire yang digunakan. Katalog OPPLE menunjukkan bahwa brightness dan color temperature dapat diatur pada smart light yang kompatibel melalui OPPLE Home.
- Periksa silau dan pantulan. Pastikan scene tidak menimbulkan glare atau pantulan yang mengganggu monitor dan aktivitas pengguna.
- Simpan pengaturan sebagai scene. OPPLE Home mendukung personalized scenes, sedangkan Smart Scene Switch dapat mendukung hingga 18 scene settings.
- Uji scene bersama pengguna. Gunakan scene dalam aktivitas nyata dan evaluasi apakah pengaturannya sudah nyaman atau masih perlu disesuaikan.
Atur Otomatisasi tanpa Menghilangkan Kontrol Pengguna
Automation dapat membantu menjalankan pencahayaan secara lebih konsisten, tetapi pengguna tetap perlu mempunyai cara yang mudah untuk mengubah pengaturan ketika aktivitas berubah.
Katalog menunjukkan beberapa metode kontrol dalam OPPLE Smart System, mulai dari aplikasi, X01 Master Control Screen, Smart Scene Switch, Smart On/Off Switch, Smart Gateway Box, hingga sensor. OPPLE Home sendiri menyediakan pengaturan berdasarkan Room, personalized scenes, dan automation.
Smart Sensor yang dijelaskan pada halaman produk menggunakan PIR Passive Infrared Detecting, dengan detection range hingga 8 meter dan detection angle 90°. Katalog juga menunjukkan penggunaan PIR untuk fungsi automatic on/off.
Karena PIR bekerja berdasarkan deteksi inframerah, posisi dan area deteksinya perlu diuji berdasarkan pola penggunaan ruang. Jangan menganggap PIR dan Lux Sensor sebagai fungsi yang sama karena katalog mencantumkannya secara terpisah.
Katalog juga menyebutkan bahwa perangkat dapat tetap digunakan melalui BLE Sigmesh ketika internet terputus. Namun, hal tersebut bukan berarti seluruh fungsi yang membutuhkan cloud atau koneksi internet otomatis tetap tersedia, sehingga skenario penggunaan saat gangguan jaringan tetap perlu diperiksa berdasarkan konfigurasi sistem.
Uji Penerapan pada Satu Area Sebelum Diperluas
Pilot project pada satu ruang atau zona membantu memastikan bahwa lampu, scene, sensor, dan kontrol benar-benar sesuai dengan kebutuhan kantor sebelum sistem diterapkan secara luas.
Area uji dapat berupa:
- satu kelompok meja kerja;
- satu ruang rapat;
- satu area kolaborasi;
- satu koridor atau ruang pendukung.
Hal yang perlu diuji antara lain:
- kecukupan tingkat terang;
- pemerataan cahaya;
- silau dan pantulan monitor;
- perubahan brightness;
- perubahan temperatur warna;
- perpindahan antar-scene;
- kemudahan menggunakan Smart Scene Switch;
- respons PIR Sensor;
- fungsi Lux Sensor apabila digunakan dalam konfigurasi;
- stabilitas koneksi perangkat;
- kemudahan penggunaan aplikasi dan controller;
- kenyamanan pengguna;
- perilaku sistem ketika jaringan atau internet terganggu;
- kemudahan melakukan kontrol manual.
Pengujian sebaiknya dilakukan pada kondisi penggunaan yang berbeda, seperti pagi hingga sore, daylight tinggi dan rendah, area penuh maupun hanya digunakan sebagian, serta ketika aktivitas berubah dari kerja rutin menjadi presentasi atau video conference.
FAQ tentang Human Centric Lighting di Kantor
HCL tidak hanya bergantung pada satu fitur lampu. Produk, sistem kontrol, kondisi ruang, dan kebutuhan pengguna perlu dilihat sebagai satu kesatuan sebelum sistem diterapkan.
1. Apa perbedaan HCL dan smart lighting?
HCL merupakan pendekatan pencahayaan yang berorientasi pada kebutuhan manusia, sedangkan smart lighting menyediakan teknologi untuk mengontrol, mengelompokkan, membuat scene, dan mengotomatisasi lampu. Smart lighting dapat menjadi salah satu pendukung penerapan HCL.
2. Apakah HCL harus menggunakan lampu tunable white?
Tidak selalu. Tunable white dapat membantu mengubah temperatur warna, tetapi HCL juga mempertimbangkan tingkat terang, arah cahaya, waktu penggunaan, daylight, aktivitas, kenyamanan, dan kebutuhan visual pengguna.
3. Apakah OPPLE Smart System dapat mendukung HCL?
OPPLE menyediakan beberapa fitur yang relevan untuk mendukung penerapan HCL, seperti dimming, tunable white pada model tertentu, pengaturan brightness dan color temperature, room control, personalized scene, automation, PIR Sensor, Lux Sensor, serta centralized control. Konfigurasinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kantor.
4. Apakah OPPLE Smart System dapat menyesuaikan lampu dengan daylight?
OPPLE Smart System memiliki dukungan Lux Sensor yang dapat mendeteksi tingkat terang lingkungan. Fitur ini dapat mendukung pengaturan pencahayaan berdasarkan kondisi cahaya sekitar, tetapi penerapannya tetap perlu menyesuaikan jenis perangkat, kompatibilitas luminaire, dan konfigurasi sistem pada proyek.
5. Apakah lampu putih dingin selalu meningkatkan fokus?
Tidak dapat disimpulkan hanya dari temperatur warna. Penerapan pencahayaan juga perlu mempertimbangkan tingkat terang, waktu dan durasi paparan, arah cahaya, aktivitas, daylight, silau, serta kenyamanan pengguna.
6. Apakah semua area kantor memerlukan scene yang sama?
Tidak. Area kerja, ruang rapat, area kolaborasi, ruang istirahat, resepsionis, dan koridor mempunyai aktivitas serta kebutuhan pencahayaan berbeda.
7. Apakah HCL dapat diterapkan pada kantor existing?
Bisa, tetapi kondisi luminaire, driver, instalasi, sirkuit, jaringan, sistem kontrol, kompatibilitas perangkat, dan kebutuhan setiap area perlu diperiksa terlebih dahulu.
8. Apakah sistem harus langsung dipasang di seluruh kantor?
Tidak. Pilot pada satu ruang atau zona dapat digunakan untuk menguji brightness, temperatur warna, scene, sensor, automation, koneksi, dan pengalaman pengguna sebelum sistem diperluas.
Kesimpulan
Human Centric Lighting di kantor sebaiknya diterapkan dengan memahami kebutuhan manusia terlebih dahulu, kemudian menerjemahkannya ke dalam pengaturan pencahayaan. Mulailah dengan membedakan HCL dari tunable white dan smart lighting, petakan aktivitas serta daylight, tentukan kebutuhan visual, pilih lampu dan perangkat kontrol, susun lighting scene, atur automation, lalu uji sistem pada satu area.
Katalog OPPLE menunjukkan adanya sejumlah fitur yang dapat mendukung proses tersebut, mulai dari luminaire dimmable dan tunable pada model tertentu, pengaturan brightness dan color temperature, personalized scene, PIR Sensor, Lux Sensor, Smart Scene Switch, hingga centralized control. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada pemilihan produk, konfigurasi, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan setiap area kantor.
Rencanakan Sistem Pencahayaan Kantor Sebelum Menentukan Perangkat
Pengelola kantor, kontraktor, konsultan, dan perencana gedung dapat berkonsultasi dengan Adika Mitra Sejahtera sebelum menentukan lampu serta sistem kontrol yang akan digunakan. Dengan memetakan aktivitas, kondisi daylight, instalasi existing, kebutuhan scene, dan target proyek terlebih dahulu, pilihan produk OPPLE Lighting Smart System dapat disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan kantor.
PT. Adika Mitra Sejahtera
Promenade Taman Asri Blok TA11
Jl. Raya Taman Asri, Waru, Sidoarjo
Email: info@amitrasejahtera.com
WhatsApp: +(62)81259828676
Referensi
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 7062:2019: Pengukuran intensitas pencahayaan di tempat kerja. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/12374-sni70622019
Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 6197:2020: Konservasi energi pada sistem pencahayaan. https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/13243-sni61972020
European Committee for Standardization. (2021). EN 12464-1:2021: Light and lighting—Lighting of work places—Part 1: Indoor work places. DIN Media. https://www.dinmedia.de/en/standard/din-en-12464-1/334047306
International Commission on Illumination. (2024). CIE Position Statement on Integrative Lighting—Recommending Proper Light at the Proper Time, 3rd Edition (CIE PS 001:2024). https://cie.co.at/publications/cie-position-statement-integrative-lighting-recommending-proper-light-proper-time-3rd
OPPLE Lighting. Smart System Catalogue.








